Lovable Playlist 2015
Tidak dapat dipungkiri bahwa pergantian tahun selalu menimbulkan resolusi-resolusi baru yang mungkin, bagi saya, adalah sebuah pelampiasan dari resolusi-resolusi sebelumnya yang tidak tercapai. Walaupun tidak sedikit juga yang memang mampu mencapainya.
Jadi, untuk memulai kembali tahun yang baru ini, tidak ada salahnya untuk mengingat kembali hal-hal di tahun sebelumnya sebagai sebuah seremoni bukan? Dimulai dari ini, saya akan melakukan awarding kecil-kecilan untuk playlist musik saya di tahun 2015 yang mungkin tidak terbatas hanya diproduksi di tahun 2015 saja dan menjadi favorit saya, namun juga beberapa lagu yang baru saya ketahui di tahun 2015 dan menjadi favorit saya di tahun yang sama. Here we go!
6. Angsa & Serigala - Detik dan Waktu
Sangat sulit untuk tidak jatuh cinta dengan band Folk-Pop asal Bandung ini. Lebih sulit lagi untuk tidak jatuh cinta dengan single-nya yang berjudul "Detik dan Waktu". Dan lebih sulit lagi untuk tidak jatuh cinta dengan lagu ini ketika teman-teman sudah menyaksikan MV dari lagu ini.
5. Silampukau - Lagu Rantau
Album Dosa, Kota, & Kenangan memberikan ruang reflektif bagi para pendengarnya. Walaupun terkesan baru dan belum lama terlibat di kancah permusikan Indonesia, namun tahun 2015 adalah tahun dimana Silampukau mampu "memukau" para pendengar musik, terutama penyuka musik folk-pop yang ingin mencari kembali unsur naratif di dalamnya. Secara personal saya menyukai lagu ini karena merefleksikan saya sendiri, sebagai seorang perantau, seorang anak yang sudah lama merantau dan entah kenapa hal-hal yang dia perjuangkan masih jauh dari harapan.
4. Endah N Resha - Liburan Indie
Menjadi salah satu momen paling membahagiakan ketika lagu favorit yang dikenalkan oleh orang tersayang dapat ditonton bersama orang tersebut (walaupun sebenarnya poin terakhir belum tercapai). Dengan nama Endah N Rhesa sebagai salah satu pemusik folk-pop akustik terbaik di Indonesia, bukan menjadi hal yang mengherankan bila lagu ini mampu terus berulang di telinga tanpa menimbulkan rasa bosan.
3. Culture Club - Karma Chameleon
Bukan apa-apa saya menaruh lagu ini di urutan ketiga. Bahkan saya sendiri pun tidak mengetahui alasannya. Satu-satunya alasan saya menaruh lagu ini di urutan ketiga adalah kemungkinan Boy George (Vokalis Culture Club) telah menaruh mantra spiritual klasik pembuat candu di minuman saya saat kami bertemu dan minum teh bersama di sebuah kedai teh di sudut kota Bristol beberapa tahun lalu.
2. Detektivbyrån - Om Du Möter Varg
Kekayaan melodi dan musikalisasi dari beberapa instrumen yang terlihat tidak lazim membuat pendengarnya selalu riuh dalam suasana santai alunan musik elektronik-folk dari band ini.
1. Sakerock - Sayonara
Walaupun ini adalah salah satu lagu di album terakhir mereka dan merupakan simbol perpisahan bagi para pendengarnya, namun lagu ini, entah kenapa, menjadi salah satu lagu penyemangat di tahun 2015. Dengan melodi musik yang menghentak dan kekhasan instrumental pada trombone (yang hampir pada satu lagu ini mendominasi) merupakan paduan yang pas dan tepat untuk memulai hari. Mungkin dalam lagu ini, band instrumental asal Jepang yang melodinya beraliran jazz, folk, musik latin, dan eksotik ini menekankan bahwa tidak ada yang perlu disesalkan dari sebuah perpisahan. Sayonara, Sakerock.
Komentar
Posting Komentar